Kabupaten Sidoarjo, Tagarjatim.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda Jawa Timur, termasuk Sidoarjo. Peringatan ini berlaku hingga Jumat (28/2) dan diharapkan menjadi perhatian masyarakat untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ke depan, cuaca di wilayah Jawa Timur berpotensi mengalami hujan lebat, banjir, tanah longsor, serta angin kencang. Ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana yang dapat ditimbulkan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Waspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi,” ujarnya, Rabu (19/2/2025).

Sidoarjo menjadi salah satu daerah yang paling rentan terdampak akibat kondisi geografisnya yang cenderung dataran rendah dan mudah tergenang air. Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berpotensi meningkatkan risiko banjir di sejumlah wilayah.

“Saat ini Jawa Timur masih berada di puncak musim hujan dengan potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup tinggi. Faktor lain seperti Monsun Asia dan fenomena gelombang atmosfer turut memperparah kondisi cuaca,” imbuhnya.

Tak hanya itu, BMKG juga mencatat adanya peningkatan kecepatan angin akibat pola siklonik di sekitar Sulawesi. Kecepatan angin diperkirakan bisa mencapai 54 km/jam, yang berisiko menyebabkan pohon tumbang serta mengganggu aktivitas masyarakat. Selain itu, gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di perairan Jawa Timur.

Mengingat risiko yang ada, BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat hujan deras dan angin kencang terjadi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca buruk seperti banjir, jalan licin, dan pohon tumbang,” tambahnya.

Sebagai upaya mitigasi, masyarakat diharapkan selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat. “Harap selalu memantau melalui website resmi kami,” pungkas Taufiq. (*)